IPA SMP · Bumi dan Antariksa · Fiqih Ibadah
Bayangan dan Waktu Salat
Sebelum ada jam dan aplikasi, orang membaca waktu salat dari bayangan. Kita pakai cara yang sama, dengan perhitungan posisi Matahari yang nyata.
- Menjelaskan mengapa bayangan bergerak sepanjang hari
- Menemukan waktu Zuhur dan Asar dari panjang bayangan
- Memahami Magrib, Isya, dan Subuh dari tinggi Matahari
- Membuat tongkat istiwa' untuk mencari arah timur dan barat
Tekan tombol Lanjut, tombol panah, atau geser layar.
Pemantik
Satu tongkat, satu hari, dan jejak bayangan yang selalu berubah.
إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَـٰبًا مَّوْقُوتًا
QS. An-Nisa: 103. Sesungguhnya salat itu kewajiban yang waktunya telah ditentukan bagi orang-orang beriman.
- Tongkat tegak yang diukur bayangannya disebut tongkat istiwa' (gnomon).
- Garis putus-putus emas adalah jejak ujung bayangan sepanjang hari.
- Perhatikan: bayangan paling pendek terjadi tepat saat Matahari melintasi garis utara-selatan.
Putar jamnya. Jam berapa bayangan paling pendek? Pindah ke Makkah, lalu geser tanggal. Apa yang berubah?
Penyebab pertama: rotasi Bumi
Bukan Matahari yang bergerak. Kitalah yang berputar.
- Bumi berputar satu kali dalam 24 jam, ke arah timur.
- Karena itu Matahari tampak terbit di timur dan terbenam di barat.
- Posisi pengamatmu terhadap arah Matahari menentukan jam di tempatmu, dan setiap waktu salat punya posisi tertentu.
Zuhur dimulai saat Matahari tergelincir dari titik tertingginya. Itu terjadi ketika tempatmu menghadap Matahari lalu mulai berpaling.
Penyebab kedua: sumbu miring dan revolusi
Mengapa bayangan Zuhur panjangnya berbeda sepanjang tahun?
- Sumbu Bumi miring 23,44° dan arahnya tetap saat Bumi mengelilingi Matahari.
- Akibatnya Matahari tampak bergeser ke utara dan selatan sepanjang tahun (deklinasi).
- Di dekat khatulistiwa, Matahari dua kali setahun tepat di atas kepala: bayangan Zuhur hampir hilang.
Pilih Jakarta dan putar tanggalnya. Kapan bayangan Zuhur hampir nol? Bandingkan dengan Makkah.
Zuhur
Zuhur masuk saat bayangan sudah paling pendek dan mulai memanjang lagi.
- Matahari mencapai titik tertinggi (kulminasi) ketika bayangan paling pendek. Itu disebut istiwa'.
- Waktu Zuhur dimulai sesaat setelahnya, ketika Matahari tergelincir (zawal).
- Jadwal resmi menambah sekitar 2 menit pengaman (ihtiyat) agar yakin Matahari sudah lewat.
QS. Al-Isra: 78, “Laksanakanlah salat sejak Matahari tergelincir.” Para ulama sepakat Zuhur dimulai saat tergelincir.
Asar
Asar masuk ketika bayangan sama panjang dengan bendanya, ditambah bayangan Zuhur.
- Ukur bayangan terpendek saat Zuhur (bayangan istiwa').
- Jumhur ulama: Asar masuk saat bayangan = bayangan istiwa' + 1 × tinggi benda.
- Mazhab Hanafi: Asar masuk saat bayangan = bayangan istiwa' + 2 × tinggi benda, sehingga waktunya lebih lambat.
Hadis tentang Jibril yang mengimami Nabi ﷺ dua hari berturut-turut menyebut Asar pada hari pertama saat bayangan sama dengan bendanya dan pada hari kedua saat dua kali. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) Ulama memahaminya dengan cara berbeda, dan keduanya dihormati.
Magrib, Isya, dan Subuh
Tiga waktu ini dibaca dari cahaya langit, bukan dari bayangan.
- Magrib: saat seluruh cakram Matahari tenggelam (tinggi sekitar −0,83°).
- Isya: saat cahaya senja (syafaq) hilang, Matahari sekitar 18° di bawah ufuk.
- Subuh: saat fajar sadik (cahaya putih melintang di timur) tampak, Matahari sekitar 20° di bawah ufuk menurut kriteria Kemenag RI.
Jumhur ulama memakai hilangnya syafaq merah untuk Isya, sedangkan mazhab Hanafi memakai syafaq putih yang hilang lebih lambat. Sudut Subuh juga berbeda antar negara, dan sains membantu melihat bedanya.
Jadwal salat
Hitung jadwal salat dari posisi Matahari.
- Jadwal salat adalah hasil perhitungan: lintang, bujur, tanggal, lalu tinggi Matahari tiap waktu.
- Cincin jam menunjukkan 24 jam. Warna menandai tiap rentang waktu.
- Hasil di sini bisa selisih sekitar 1 sampai 3 menit dari jadwal masjid atau Kemenag, karena perbedaan pembulatan, ketinggian tempat, dan data.
Buka jadwal salat masjid terdekat hari ini, lalu bandingkan dengan hasil simulasi untuk kotamu.
Metode yang dipakai: Subuh −20°, Isya −18°, Asar jumhur, ihtiyat 2 menit. Untuk Makkah, otoritas setempat memakai metode lain.
Praktik di halaman sekolah
Temukan arah timur dan barat dengan tongkat dan batu kecil.
- Tancapkan tongkat tegak di tanah datar yang terkena Matahari sepanjang hari.
- Pagi hari, tandai ujung bayangan dengan batu pertama. Gambar lingkaran dengan jari-jari sepanjang bayangan itu.
- Sore hari, tunggu ujung bayangan menyentuh lingkaran lagi, lalu tandai dengan batu kedua.
- Garis lurus antara kedua batu adalah arah timur-barat. Tegak lurus dengannya adalah utara-selatan.
Dua bayangan yang sama panjang terjadi pada selisih jam yang sama sebelum dan sesudah Zuhur, jadi keduanya simetris terhadap garis utara-selatan.
Putar jam ke pagi hari, lalu tekan tombol tandai.
Uji pemahaman
Gerakkan bayangan jam matahari sampai ujung.
Setiap jawaban benar menggeser bayangan.
Penutup
Gerak bayangan adalah jam alami yang Allah tetapkan untuk kita.
أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
QS. Al-Isra: 78. Laksanakanlah salat sejak Matahari tergelincir sampai gelapnya malam, dan salat Subuh. Sungguh, salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
- Rotasi Bumi menggerakkan bayangan dan membagi hari menjadi waktu salat.
- Zuhur: bayangan terpendek lalu mulai memanjang. Asar: bayangan = istiwa' + 1× (jumhur) atau 2× (Hanafi).
- Magrib, Isya, dan Subuh dibaca dari tinggi Matahari di bawah ufuk.
- Dua bayangan sama panjang menunjuk garis timur-barat.
Tugas: pasang tongkat di halaman sekolah, catat bayangannya tiap jam, lalu bandingkan dengan simulasi.